Desa Lengkong

Pemerintah Desa

Lengkong

Jl. Soekarno Hatta No. 1 Lengkong, Mumbulsari

Profil Desa

Visi Misi

Menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, transparan dan bertanggungjawab untuk mewujudkan masyarakat desa Panggungharjo yang demokratis, mandiri, dan sejahtera serta berkesadaran lingkungan.

Visi tersebut mengandung pengertian bahwa pemerintah desa Panggungharjo berkeinginan mewujudkan kehidupan mandiri dan berkesejahteraan dalam kehidupan yang demokratis dengan menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, transparan dan bertanggung jawab. Makna dari masing-masing kata yang terdapat dalam visi tersebut adalah sebagai berikut

Bersih  dalam arti pemerintahan dijalankan dengan dilandasi dengan niatan yang tulus ikhlas dan suci serta dilandasi dengan semangat pengabdian yang tinggi.

Transparan dalam arti setiap keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat.

Bertanggungjawab  dalam arti pemerintahan yang wajib menanggung segala sesuatunya dan menerima pembebanan  sebagai akibat sikap tindak sendiri atau pihak lain. Kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan dan diperkarakan.

Demokratis dalam arti bahwa adanya kebebasan berpendapat, berbeda pendapat dan menerima pendapat orang lain. Akan tetapi apabila sudah menjadi keputusan harus dilaksanakan bersama-sama dengan penuh rasa tanggungjawab.

Mandiri dalam arti bahwa kondisi atau keadaan masyarakat Panggungharjo yang dengan prakarsa dan potensi lokal mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sejahtera dalam arti bahwa kebutuhan dasar  masyarakat Desa Panggungharjo telah terpenuhi secara lahir dan batin. Kebutuhan dasar tersebut berupa kecukupan dan mutu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan dan kebutuhan dasar lainnnya seperti lingkungan yang bersih, aman dan nyaman, juga terpenuhinya hak asasi dan partisipasi serta terwujudnya masyarakat beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Berkesadaran lingkungan dalam arti bahwa kelestarian lingkungan dijadikan sebagai ruh atas segala kegiatan pembangunan.

1 bulan yang lalu 22 Kali Dibaca
Prestasi


Sebelum Tahun 2013

  1. Juara II Kabupaten, Lomba Kompetisi PERSIBA Divisi I Tahun 1992
  2. Juara II Kabupaten, Lomba Desa Kantibmas HUT Bhayangkara Ke-57 Polda DIY Tahun 2003
  3. Juara I Kabupaten, Lomba Evaluasi Pembangunan Desa Kabupaten Bantul 2005
  4. Juara I Kabupaten, Lomba Paduan Suara Se-Kabupaten Bantul KGPH Mangkubumi

Tahun 2013

  1. JUARA I KABUPATEN, Lomba UP2K PKK 2013
  2. JUARA I KABUPATEN, Lomba Gugus PAUD 2013
  3. JUARA I KABUPATEN, Lomba HATINYA PKK 2013
  4. JUARA I NASIONAL, Lomba Keterpaduan Posyandu-PAUD dan Bina Keluarga Balita (BKB) 2013
  5. JUARA II KABUPATEN, Lomba Desa Tingkat Kabupaten Bantul 2013
  6. JUARA I KECAMATAN, Lomba Satuan Paud Sejenis (SPS) 2013
  7. Proyek percontohan Desa Ramah Anak Tahun 2013 oleh BPPM DIY
  8. JUARA HARAPAN II KABUPATEN, Lomba pemberdayaan RT (RT 12 Sorowajan Glugo ) 2013
  9. JUARA II KABUPATEN, Lomba Masak PKK 2013

Tahun 2014

  1. JUARA I NASIONAL, Lomba Desa Tingkat Nasional 2014
  2. JUARA I KABUPATEN, Perlombaan PETANI BERPRESTASI 2014
  3. JUARA I KABUPATEN, Lomba Desa Tingkat Kabupaten Bantul 2014
  4. Lima Nominator penerima Eagle Award Tahun 2014 untuk Kampoeng Dolanan

Tahun 2015

  1. JUARA II KABUPATEN, Lomba P2WKSS 2015
  2. JUARA III PROVINSI, Lomba Hatinya PKK 2015

Tahun 2016

  1. JUARA 1 PROVINSI, Lomba UP2K PKK tingkat Propinsi DIY 2016
  2. PELAKSANA TERBAIK, Monev 10 Program Pokok PKK tingkat Kabupaten
  3. DESA TERBAIK, Bidang Pendidikan versi Kemendesa

Tahun 2017

  1. JUARA I NASIONAL, Lomba UP2K PKK tingkat Nasional 2017
  2. JUARA II, Lomba Bina Keluarga Lansia 2017
  3. JUARA II KABUPATEN, Lomba Desa Siaga tingkat Kabupaten Bantul 2017
  4. JUARA I PROVINSI, Lomba HKG PKK KKBPK Kes tingkat Propinsi DIY 2017
  5. JUARA II PROVINSI, Lomba Tertib Administrasi PKK tingkat Propinsi DIY 2017
  6. JUARA III PROVINSI, Lomba PAAR tingkat Propinsi DIY 2017
  7. JUARA V PROVINSI, Hatinya PKK tingkat Propinsi DIY 2017
  8. Juara I Nasional, Lomba Unspoken Talent Night Festival Theater Inklusi 2017
  9. Juara III Provinsi, Festival Upacara Adat Dinas Kebudayaan DIY Tahun 2017
  10. Juara II, Lomba Dalam Rangka Dies Natalis Fakultas Kedokteran UGM 2017
  11. Juara II, Lomba Kantibmas Tingkat POLWIL Yogyakarta 2017

Tahun 2018

  1. JUARA I KABUPATEN, Lomba gapoktan berprestasi tingkat kabupaten
  2. JUARA I PROVINSI, Lomba gapoktan berprestasi tingkat propinsi
  3. JUARA I NASIONAL, Lomba gapoktan berprestasi tingkat nasional
  4. DESA INSPIRATIF versi Kemendesa
2 minggu yang lalu 23 Kali Dibaca
Sejarah

Desa Panggungharjo merupakan gabungan dari tiga kelurahan yakni Kelurahan Cabeyan, Kelurahan Prancak dan Kelurahan Krapyak.

Keberadaan Desa Panggungharjo tidak bisa dipisahkan dari keberadaan “Panggung Krapyak” atau oleh masyarakat sekitar disebut sebagai “Kandang Menjangan”, yang berada di Pedukuhan Krapyak Kulon, Desa Panggungharjo.

Sebagaimana diketahui, bahwa Panggung Krapyak merupakan salah satu elemen dari ‘sumbu imajiner’ yang membelah Kota Yogyakarta, yaitu garis Gunung Merapi – Tugu Pal Putih – Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat – Panggung Krapyak dan Parangkusumo yang berada di pantai selatan.

Sedangkan berdasarkan bukti sejarah, Desa Panggungharjo sendiri dibentuk berdasarkan maklumat nomor 7, 14, 15, 16, 17 dan 18 monarki Yogyakarta tahun 1946 yang mengatur tentang tata kalurahan di kala itu. Dari maklumat tersebut, kemudian ditetapkan tanggal hari jadi Desa Panggungharjo yang jatuh pada 24 Desember tahun 1946.

Setelah adanya maklumat tersebut, kemudian dikuatkan kembali dengan Maklumat Nomor 5 Tahun 1948 Pemerintah Daerah Istimewa Negara Republik Indonesia Yogyakarta tentang Hal Perubahan Daerah-daerah Kalurahan dan Nama-namanya. Dalam salah satu isian maklumat tersebut menyatakan bahwa dilakukan penggabungan dari tiga kalurahan, yaitu Kalurahan Cabeyan, Prancak dan Krapyak menjadi kalurahan baru yang disebut Kalurahan Panggungharjo.

Sedangkan Hardjo Sumarto sendiri diangkat sebagai Lurah Kalurahan Panggungharjo yang pertama melalui Keputusan Dewan Pemerintah Daerah Yogyakarta Nomor 148/D.Pem.D/OP tertanggal 23 September 1947.

Berdasarkan fakta dan bukti sejarah, akar budaya di Desa Panggungharjo tumbuh dan berkembang berhubungan erat dan dipengaruhi oleh komunitas dan intervensi budaya yang berkembang pada masanya, yaitu :

  1. Pada abad ke 9-10 Desa Panggungharjo adalah merupakan kawasan agraris, hal ini dibuktikan dengan adanya Situs Yoni Karang Gede di Pedukuhan Ngireng-Ireng. Sehingga dari budaya agraris ini muncul budaya seperti : Gejok Lesung, Thek-thek/Kothek-an, Upacara Merti Dusun, Upacara Wiwitan, Tingkep Tandur, dan budaya-budaya lain yang sifatnya adalah merupakan pengormatan kepada alam yang telah menumbuhkan makanan sehingga bermanfaat bagi keberlangsungan kehidupan umat manusia.
  2. Pada abad ke 16 di wilayah Krapyak Kulon dan Glugo adalah merupakan kawasan wisata berburu (Pangeran Sedo Krapyak – 1613), sedangkan pada Abad ke 17 kawasan ini merupakan sebagai tempat olahraga memanah kijang/menjangan dan sebagai tempat pertahanan (Sultan HB I – Panggung Krapyak 1760). Budaya yang dibawa dari intervensi keberadaan Kraton Mataram sebagai pusat budaya sehingga menumbuhkan budaya adiluhung seperti : Panembromo, Karawitan, Mocopat, Wayang, Ketoprak, Kerajinan Tatah Sungging, Kerajinan Blangkon, Kerajinan Tenun Lurik, Batik, Industri Gamelan, Tari-tarian Klasik, dan lain-lain.
  3. Pada tahun 1911 di wilayah Krapyak Kulon didirikan Pondok Pesantren Al Munawir, sehingga berkembang budaya seperti : Sholawatan, Dzibaan, Qosidah, Hadroh, Rodad, Marawis, dan juga budaya-budaya yang melekat pada kegiatan peribadatan seperti : Syuran (peringatan 1 Muharram), Mauludan (peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW), Rejeban (peringatan Isro’ Mi’roj), Ruwahan/Nyadran (mengirim doa untuk leluhur menjelang Bulan Ramadhan), Selikuran (Nuzulul Qur’an), dan lain-lain.
  4. Sekitar tahun 1900-1930 berkembanglah budaya yang tumbuh dan berkembang karena adanya kebutuhan bersosialisasi dimasyarakat, sehingga berkembanglah bermacam-macam dolanan anak seperti : Egrang, Gobak Sodor, Benthik, Neker-an, Umbul, Ulur/layangan, Wil-wo, dan lain-lain. Bahkan di kampung Pandes berkembang sebuah komunitas “Kampung Dolanan” yang memproduksi permainan anak tempo doeloe, seperti : Othok-Othok, Kitiran, Angkrek, Keseran, Wayang Kertas, dan lain-lain
  5. Pada Tahun 1980 di desa Panggungharjo yang merupakan wilayah sub-urban mulai berkembang Budaya Modern Perkotaan dan banyak mempengaruhi Generasi Muda, sehingga berkembanglah kesenian Band, Drumband, Karnaval Takbiran, Tari-tarian Modern, Campur Sari, Outbond, Playstation/Game Rental, dan lain-lain.

Hingga kini, Desa Panggungharjo telah melalui enam masa kepemimpinan oleh beberapa lurah, yaitu:

  1. Hardjo Sumarto
  2. Pawiro Sudarmo
  3. R. Broto Asmoro
  4. Siti Sremah Sri Jazuli
  5. H. Samidjo
  6. Wahyudi Anggoro Hadi, S. Farm., Apt.
1 minggu yang lalu 16 Kali Dibaca
tes

Pelaksanaan Musdes Perencanaan Penyusunan RKP Desa Tahun 2021 dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2020 oleh Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) Desa Arjasa Kecamatan Arjasa yang diikuti oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa , Kepala dusun , Perwakilan RT RW Desa Arjasa , Muspika Kecamatan Arjasa, Pendamping Desa serta Tokoh Masyarakat . Jumlah peserta yang dibatasi karena mengikuti protokol kesehatan .

Dalam pelaksanaan Musdes ini, Masing - masing perwakilan Kepala dusun menyampaikan usulan usulan yang selanjutnya akan diprogramkan atau direncanakan dalam Penyusunan RKP Desa tahun 2021. Adapun Usulan - usulan Tersebut Tertuang dalam Berita Acara dan Notulen Kegiatan Musdes Penyusunan RKP Desa 2021.

Dalam Musdes yang dilaksanakan oleh BPD Desa Arjasa Tersebut Juga Dibentuk Tim Verifikasi yang telah disepakati bersama Oleh BPD dan seluruh Peserta yang Hadir .selengkapnya bisa dilihat pada dokumen berikut

1 minggu yang lalu 15 Kali Dibaca